

Penghasilan Jual Nasi Kuning Tak Cukup untuk Biaya Pengobatan Hidrosefalus Alam
Ahmad Nur Alam (biasa dipanggil Alam), sejak lahir, Alam harus menghadapi ujian berat berupa diagnosis Hydrocephalus. Kondisi ini membuatnya mengalami lumpuh total dan tidak bisa duduk sama sekali. Di usianya sekarang (12 tahun), Alam hanya bisa berbaring, mengandalkan asupan nutrisi dari bubur, juga kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya.

Demi kesembuhan anaknya, Pak Pepen dan istrinya berjuang tanpa lelah. Setiap 6 bulan sekali, Alam harus dibawa ke rumah sakit untuk kontrol dan menjalani terapi di spesialis bedah saraf.
Perjuangan dari Lapak Nasi Kuning
Dulu, Pak Pepen sempat merantau mengadu nasib di Jakarta demi menghidupi keluarga. Namun kini, agar bisa bergantian dengan istri menjaga Alam yang butuh perhatian penuh, sang ayah memilih membuka usaha kecil-kecilan di rumah. Sudah 2 tahun terakhir ini, beliau menyambung hidup dengan berjualan nasi kuning.

Sayangnya, pendapatan dari jualan nasi kuning di rumah sangat tidak menentu. Keuntungan bersih harian sering kali jauh dari kata cukup untuk menutup biaya hidup, apalagi kebutuhan medis Alam yang sangat besar.
Kebutuhan Mendesak untuk Alam
Biaya pengobatan di rumah sakit mungkin ada yang terbantu medis, namun kebutuhan harian Alam di luar itu justru sangat menguras kantong:

* *Susu Khusus & Bubur:* Alam membutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan susu khusus yang harganya tidak murah agar kondisinya tidak menurun.
* *Pampers Berkualitas/Khusus:* Karena terus berbaring, kulit Alam sangat sensitif dan gampang lecet. Ia membutuhkan pampers dengan kualitas baik agar kulitnya tidak luka atau infeksi.
* *Biaya Operasional Pengobatan:* Ongkos transportasi bolak-balik ke rumah sakit bedah saraf dan kebutuhan penunjang terapi lainnya.
#OrangBaik, mari kita temani perjuangan Pak Pepen agar bisa terus mengobati Alam hingga sembuh. Berapapun bantuan yang sahabat berikan, akan sangat berarti bagi senyum dan masa depan Alam.
![]()
Belum ada Fundraiser